Ekstraksi
pola yang menarik dari data dalam jumlah besar. Suatu pola dikatakan menarik
apabila pola tersebut tidak sepele, implisit, tidak diketahui sebelumnya, dan
berguna. Pola yang disajikan haruslah mudah dipahami, berlaku untuk data yang
akan diprediksi dengan derajat kepastian tertentu, berguna, dan baru.
Penggalian data memiliki beberapa nama alternatif, meskipun definisi eksaknya
berbeda, seperti KDD (knowledge discovery in database), analisis pola,
arkeologi data, pemanenan informasi, dan intelegensia bisnis. Penggalian data
diperlukan saat data yang tersedia terlalu banyak (misalnya data yang diperoleh
dari sistem basis data perusahaan, e-commerce, data saham, dan data bioinformatika),
tetapi tidak tahu pola apa yang bisa didapatkan.
Proses Pencarian Pola
Penggalian
data adalah salah satu bagian dari proses pencarian pola. Berikut ini urutan
proses pencarian pola:
1.
Pembersihan Data:
yaitu menghapus data pengganggu (noise)
dan mengisi data yang hilang.
2.
Integrasi Data:
yaitu menggabungkan berbagai sumber data.
3.
Pemilihan Data:
yaitu memilih data yang relevan.
4.
Transformasi Data:
yaitu mentransformasi data ke dalam format
untuk diproses dalam penggalian data.
5.
Penggalian
Data:
yaitu menerapkan metode cerdas untuk
ekstraksi pola.
6.
Evaluasi pola:
yaitu mengenali pola-pola yang menarik
saja.
7.
Penyajian pola:
yaitu memvisualisasi pola ke pengguna.
Latar belakang
Perkembangan
yang pesat di bidang pengumpulan data dan teknologi penyimpanan di berbagai
bidang, menghasilkan basis data yang terlampau besar. Namun, data yang
dikumpulkan jarang dilihat lagi, karena terlalu panjang, membosankan, dan tidak
menarik. Seringkali, keputusan -yang katanya berdasarkan data- dibuat tidak
lagi berdasarkan data, melainkan dari intuisi para pembuat keputusan. Sehingga,
lahirlah cabang ilmu penggalian data ini.
Analisis
data tanpa menggunakan otomasi dari penggalian data adalah tidak memungkinkan
lagi, kalau 1) data terlalu banyak, 2) dimensionalitas data terlalu besar, 3)
data terlalu kompleks untuk dianalisis manual (misalnya: data time series, data
spatiotemporal, data multimedia, data streams).
Teknik Penggalian Data
Pada
dasarnya penggalian data dibedakan menjadi dua fungsionalitas, yaitu deskripsi
dan prediksi. Berikut ini beberapa fungsionalitas penggalian data yang sering
digunakan:
Karakterisasi
dan Diskriminasi:
yaitu
menggeneralisasi, merangkum, dan mengkontraskan karakteristik data.
·
Penggalian
pola berulang:
yaitu pencarian pola asosiasi (association
rule) atau pola intra-transaksi, atau pola pembelian yang terjadi dalam satu
kali transaksi.
·
Klasifikasi:
yaitu membangun suatu model yang bisa
mengklasifikasikan suatu objek berdasar atribut-atributnya. Kelas target sudah
tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah bagaimana mempelajari
data yang ada agar klasifikator bisa mengklasifikasikan sendiri.
·
Prediksi:
yaitu memprediksi nilai yang tidak
diketahui atau nilai yang hilang, menggunakan model dari klasifikasi.
·
Penggugusan/Cluster
analysis:
yaitu mengelompokkan sekumpulan objek data
berdasarkan kemiripannya. Kelas target tidak tersedia dalam data sebelumnya,
sehingga fokusnya adalah memaksimalkan kemiripan intrakelas dan meminimalkan
kemiripan antarkelas.
·
Analisis
outlier:
yaitu proses pengenalan data yang tidak
sesuai dengan perilaku umum dari data lainnya. Contoh: mengenali noise dan
pengecualian dalam data.
Analisis
trend dan evolusi: meliputi analisis regresi, penggalian pola sekuensial,
analisis periodisitas, dan analisis berbasis kemiripan.
Berikut
ini adalah 9 algoritma penggalian data yang paling populer berdasarkan
konferensi ICDM '06, semua algoritma dinominasikan oleh para pemenang ACM KDD
Innovation Award dan IEEE ICDM Research Contributions Award :
1.
C4.5
(61 suara)
2.
k-Means
(60 suara)
3.
SVM
(58 suara)
4.
Apriori
(52 suara)
5.
EM
(48 suara)
6.
PageRank
(46 suara)
7.
AdaBoost
(45 suara)
8.
kNN
(45 suara)
9.
Naive
Bayes (34 suara)
Berikut
ini adalah yang hanya masuk nominasi:
·
CART
·
FP-Tree
·
HITS
·
BIRCH
·
GSP
·
PrefixSpan
·
CBA
·
Finding
Reduct
·
gSpan
Kesimpulan
proses
yang menggunakan teknik statistik, matematika, kecerdasan buatan, dan mesin
learning untuk mengekstraksi dan mengidentifikasi informasi yang bermanfaat dan
pengetahuan yang terkait berbagai database besar
Saran
sebagai
teknologi untuk memanfaatkan ketersediaan data bisnis yang melimpah, telah
membantu para pelaku bisnis untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis
mereka.
Akan
tetapi, agar teknologi data mining ini dapat dimanfaatkan terus dengan baik,
teknologi ini harus terus dapat “bekerja” berdampingan dengan bidang lain di
dunia teknologi informasi yang berkembang dengan sangat cepat.
Penyempurnaan
di sana-sini masih terus diperlukan, karena itu peluang riset di bidang ini
masih terbuka lebar.
sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Penggalian_data
Comments
Post a Comment