Mobile untuk bisnis
Mobile
internet sudah menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan manusia
tanpa terkecuali. Tingkat pengguna mobile internet sudah mencapai
angka yang melebihi penggunaan internet pada komputer PC di beberapa
Negara Eropa dan Asia, misalnya Jepang. Fenomena yang dimulai pada
tahun 1990-an itu banyak merevolusi cara-cara berbisnis dan kemudian
melahirkan the way of doing business. Inilah cara baru berbisnis yang
dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.
Dengan
kehadiran i-Mode ini maka muncullah istilah baru dalam bidang bisnis
dengan pemanfaatan mobile internet yaitu mobile business (m-business)
atau yang sering dikenal dengan istilah mobile commerce (m-commerce).
Definisi m-commerce menurut Ericsson adalah jasa transaksi terpercaya
melalui mobile devices untuk pertukaran barang dan jasa antara
konsumen, pedagang, dan institusi finansial. Saat ini, fungsi dari
uang cash sudah mulai bergeser sedikit demi sedikit ke arah virtual
money, baik dalam bentuk saldo bank (flash BCA dan kartu kredit)
maupun pulsa operator yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang cash
di ATM.
Menurut Siemens, sistematika m-bussiness dibagi dalam enam kategori yaitu:
- Mobile Commerce yang terdiri dari perbankan, perdagangan, pembelian, ticketing, perlelangan, travel management, dan lain-lain.
- Mobile Info-Service yang terdiri dari informasi cuaca, pasar modal, berita akses internet, jasa penetapan lokasi, dan lain sebagainya.
- Mobile Service yang terdiri dari jasa perbaikan, emergency, pengontrolan, serta jasa telemetika lainnya.
- Mobile Communication yang terdiri dari komunikasi suara, pesan-pesan, SMS, mobile multimedia, dan lain-lain.
- Mobile Entertainment yang terdiri dari hiburan musik, video, games, lotere, dan lain-lain
- Mobile Office yang terdiri dari email, penjadwalan, dan direktori.
Terdapat
dua belas bidang usaha di Indonesia (dan di negara lain tentunya)
yang saat ini sudah dapat menjalankan m-commerce yaitu : perbankan,
asuransi, ritel, pengelolaan sistem pajak, jasa kurir, penerbangan,
perhotelan, travel, pelayanan publik, media informasi dan hiburan,
media massa, perdagangan saham, dan properti.
Dari
kedua belas bidang usaha tersebut diatas, enam bidang usaha yang
diprediksikan memiliki masa depan bagus untuk mempraktekkan
m-commerce yaitu : perbankan (contoh : m-banking), penerbangan
(airline reservation), perhotelan (hotel reservation), travel (travel
reservation), layanan publik (pembayaran rekening listrik, telepon,
air), dan media informasi dan hiburan (penjualan ringing tone,
informasi jadwal bioskop). Keenam bidang ini dianggap memiliki
tingkat penilaian yang baik dari sisi adopsi masyarakat, prospek
bisnis, dan tingkat kompetisi.
Sedangkan
keenam bidang lainnya yaitu : asuransi, ritel, pajak, jasa kurir dan
distribusi, media massa, perdagangan saham, dan property dianggap
belum cerah dimasa sekarang dikarenakan berbagai hal misalnya untuk
perdagangan saham membutuhkan koneksi yang real-time, untuk
memanfaatkan SMS sangat beresiko karena dikhawatirkan pesan tidak
sampai pada tujuan. Disebut belum cerah karena kemungkinan berkembang
masih terbuka luas. Meskipun demikian mungkin pula ada bidang usaha
yang tidak akan berkembang dalam waktu yang lama.
Contoh aplikasi mobile untuk bisnis di indonesia
Seperti
yang telah disebutkan di atas bahwa terdapat enam kategori bidang
usaha yang saat ini memiliki perkembangan yang sangat bagus dalam
m-commerce di Indonesia. Perkembangan ini tentunya didukung oleh
karena adanya aplikasi mobile yang menjalankan ke-enam bidang usaha
tersebut. Contohnya untuk bidang perbankan, BCA dengan klik-BCA dan
CIMB Niaga dengan CIMB Clicks. Para program developer saat ini
berlomba – lomba untuk menciptakan aplikasi mobile yang mendukung
m-commerce untuk berbagai vendor mobile (iPhone, Blackberry, Android,
dan Java). Hal ini juga yang membuat setiap orang yang memiliki
perangkat mobile dapat melakukan m-commerce di manapun mereka berada.
Selain
aplikasi mobile, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang
m-commerce juga mulai bermunculan, seperti MCI (Mobile Commerce
Indonesia / http://mjob.m-ci.co.id/) dan PT. mCommerce Indonesia
Jakarta. Selain menawarkan aplikasi mobile m-commerce sebagai
komoditi dagang, mereka juga menawarkan jasa bantuan bagi para
pengembang usaha yang ingin mulai menggunakan m-commerce.
Kelebihannya, perusahaan – perusahaan ini mendukung hampir seluruh
bidang usaha mulai dari skala kecil hingga ke skala besar. Bagi
sebagian pelaku bisnis m-commerce di Indonesia, cara baru berbisnis
yang disebut m-commerce ini diyakini kini sedang tumbuh dan terus
berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat jelas dengan terus
bermunculannya berbagai inovasi m-commerce di dunia bisnis Indonesia.
Inovasi-inovasi m-commerce itu dipandang merupakan peluang-peluang
bisnis baru atau sumber pendapatan baru, baik di saat sekarang maupun
di masa depan. Sebuah studi oleh MEF pada bulan Juni tahun 2011
menemukan bahwa 82% konsumen telah menggunakan ponsel mereka untuk
melakukan pembelian. Produk yang paling sering dibeli adalah produk
digital, meskipun banyak dari konsumen juga membeli tiket, buku, dan
barang elektronik menggunakan ponsel mereka. Sementara Dalam hal
mobile banking, 73% responden di Indonesia telah menggunakan mobile
banking dibandingkan dengan 48% di Singapura dan 44% di India. 63%
responden Indonesia telah mengirimkan airtime untuk orang lain.
Proses ini mungkin lebih dikenal dengan mengirimkan pulsa telepon.
Contoh
M-commerce seperti :
- Pembayaran tagihan melalui mobile phones
- Pengenalan suara melalui mobile phones untuk membeli karcis bioskop
- Pembelian tiket pesawat melalui mobile phones
- Transfer dana melalui mobile phones (mobile wallet)
- Trading saham melalui mobile phones
Keuntungan
yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui m-commerce bagi
suatu perusahaan :
- Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
- Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
- Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
- Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif
sumber:
http://blog.ilkom.unsri.ac.id/blog/2016/01/16/pemanfaatan-teknologi-mobile-dalam-bisnis/
Comments
Post a Comment